Kumpulan Kata Dan Puisi
Kalau di hatimu terdapat keraguan
Maka kau tidak akan pernah berhasil
By. Yoh Asakura
“Orang yang selalu berbuat kebaikan tak akan pernah sendirian, karena akan ada selalu teman yang memahaminya”
By. Confusius
Terluka karena cinta adalah pengalaman penting, kerena kalau kita tidak terluka, kita tidak akan mengetahui penderitaan orang lain
Melihat tangan ini mempercayakan hari ke depan
Mempercayakannya menuju hari esok yang cerah
Melewati segala angin dan badai yang menghalang
Mengharapakan bias untuk mencapainya
Segala sesuatu di curahkan
Mempercayai kekuatan cinta yang abadi
Agar dapat bersama menuju masa depan yang indah
Langit yang terbentang luas dan tak terhingga
Merupakan bukti dari awal perjalanan bersama menuju ke depan
By. Season
Menuju pada langit yang luas
Perlahan tapi pasti
Terasa beribu luka dalam hati
Saat matahari mulai terbenam
Saat mencari memory yang hilang
Terdengar alunan symphony
Berusaha menginggat tapi terlupa
Semakin di ingat semakin menghilang
Saat air turun dari surga
Terasa symphony telah menghilang
Saat semua telah usai
Pelangi muncul menjemput malam
Aku tersadar bahwa luka telah menjadi cinta
By. Season
“Seasuatu yang kosong”
Bersinar dalam gelap
Merasa pilu dalam kesepian
Melangkah dalam kesendirian
Menuju sebuah cahaya yang terang
Tak tercapai dalam sebuah keinginan
Akankah menjadi mimpi belakang?
Upaya dan asa yang tak tersisa
Menjadi sia-sia dalam kegelapan
Saat mengucapkan kata-kata “impian”
Dalam arti berusaha mencapai
Tapi… mustahil air dapat bersama api
Hanya berharap pada keajaiban yang tak pernah ada
Dalam abad sampai menutup mata
Selamanya tidak akan pernah terjadi
Kebersamaan yang di impikan
By. Season
Belajar adalah seumama pelita
Ketekunan adalah seumpama minyak
Bila ingin pelita terang
Haruslah tekun mengisi minyak
Berjalan cepat datang dan pergi
Tak beraturan dan tak di ketahui arah
Merasakan cinta datang dan pergi
Kadang ku riang kadang ku bersedih
By. Season
Cinta terbentuk dari hati
Hati membentuk perasaan
Saat bersama tetap menggingat dalam waktu berlalu
Bagai angina berhembus tanpa meninggalkan sesuatu
Yang di cari, sesuatu perasaan pada jiwa
Tak bisa di ucapkan maupun di lihat
Tapi dapat terasa mendalam pada hati
Membuat perasaan senang dan ceria
By. season
Kesepian yang menyertai di malam indah
Ratusan bintang menjadi cahayaku
Ketika bulan bersinar seterang cahaya
Melihat mimpi pada hari ini
Perasaan dalam diri ini
Di terpa angin malam yang dingin
Menghapus semua kesedihan
Agar di hari esok
Menjadi bersinar terang setelah malam
By. Season
Nada-nada kesedihan di aliri tetesan air mata
Sejauh kegelapan menelan cahaya
Ketika rintik hujan turun…
Terdengar kesedihan hati yang mengakhiri gelap
Perlahan tujuh cahaya indah muncul menghiasi langit
Yang membawaku kepada hari yang cerah
By. Season
“Berharap Terbang”
Rintiknya air turun dari langit
Menghancurkan keindahan genangan air
Tak beraturan tak berbentuk
Mengingatnya kenangan dalam duka
Melepaskan sayap indah satu persatu
Bagi seekor merak yang tidak bias terbang
Sedikit demi sedikit sayap di kumpulkan
Berharap dapat kembali bebas
Membuang seribu rasa untuk kembali
Ingin terbang bebas di langit yang gelap
Tapi… air kebencian telah membasahiku
Kuharapkan datangnya terang
Mengeringkan semua basah pada tubuh ini
Agar aku dapat kembali terbang
By. Season
“Cermin Kebencian”
Mentari terang membawa ria
Dalam keramaian tak merasakan kehangatan
Di bawah cahaya terasa gelap
Merasakan sepi di tengah dunia
Langit luas membentang lebar
Laut biru melapaisi dunia
Kehidupan dalam kesepian
Membawa benci yang mendalam
Melihat cermin seorang diri
Terpancar kebencian dalam cermin kebencian
Melihat diri sendiri dalam dimensi
Tersadar dunia, kebencian pada diri sendiri
By. Season
“Arti Dunia”
Mencari benda yang hilang dalam benua
Terbawa ombak di hempas angina
Merasakan sakit dan penderitaan
Tidak terluka tapi terasa sakit
Mencari dalam cahaya gelap
Berjalan tidak mengetahui arah
Tidak tahu benar dan salah
Tidak terlihat tapi terasa
Mencari jalan dalam dunia
Sering tersesat dan terjatuh
Berusaha bangkit lagi
Dan berjalan terus
Mencari hidup dalam kebenaran
Sulit membedakan gelap dan terang
Di mana dalam kekejaman dunia
Kebenaran telah menjadi dusta
By. Season
Aku melirik sekilas dengan diam-diam
Supaya tidak di ketahui siapapun
Dengan lembut, hanya waktu saja yang mengalir dan lenyap begitu saja
Pasti ya, kata-kata permohonana mencapai langit
Penyesalan dan air mata pun pasti’kan menjadi kenangan
Di jalan inilah kita berjalan berjajar
Saat ku’kan kembali ke sini
Jika berbalik tanpa sengaja
Lihatlah aku temukan senyummu
By. Season


0 komentar:
Posting Komentar