Jumat, 05 Desember 2008

Humor

Takut Sih Takut

“Di jaman era reformasi sekarang ini, apa Pak Camat tidak takut menerima uang suap?”

“jelas takut”

“Tapi kenapa Pak Camat masih saja tetap menerima uang suap?”

“Ya, karena terpaksa. Saya emang takut diprotes sama rakyat. Tapi saya lebih takut lagi kalau diprotes sama istri saya!”




Serba Salah

“Aku punya istri serba salah!”

“Kenapa serba salahnya?”

“Puny uang, dibilang sedikit amat! Tidak punya uang, aku dikatakan lelaki goblok! Tidak bias cari uang”




Kalau Begitu

“Bapak jangan kawin lagi!” teriak seorang anak lelaki yang bapaknya berniat kawin lagi.

“Tenang, Nak. Ibu barumu ini lebih baik. Orangnya rajin cari uang, pasti dech kamu dibelikan apa saja yang kau inginkan!”

“Kalau begitu, lekaskan ceraikan Ibu, Pak!”




Nasib

“Usahakan partai kita menang!”

“Tapi, Pak. Bagaimana kalau sudah saya berusaha keras, tapi tetap saja partai kita kalah?”

“Tidak apa. Tapi kau harus menerima nasib. Semua fasilitasmu aku cabut!”




Mobil

Mbak Ella sangat gembira mendengar calon menantunya menjadi sopir. Ketika calaon menantunya dating, mbak Ella berkata :

“Sekali-sekali dong, ajak kita piknik dengan mobil itu.”

“Tapi mobil itu mobil jenasah, Bu” Sahut calon menantu.




Belajar

“Nak! Apakah kau gemar pergi ke sekolah?” Tanya seoramg ayah kepada anaknyayang baru saja di masukkan ke sekolah.

“Ya, ayah!” Jawab sang anak. “Hanay kalau sudah tiba di sekolah, ada sesuatu yang tidak saya sukai tapi terpaksa juga saya kerjakan”.

“Apa itu?”

“Belajar!”

0 komentar:

Blogger template 'BubbleFish' by Ourblogtemplates.com 2008